Rabu, 13 Februari 2013

Manajemen Pembangunan ( Dalam Ekonomi Tehnik)


Pembangunan adalah proses menuju perubahan, perkembangan dari suatu kesulitan menuju kearah kemudahan. Pembangunan juga merupakan pembebasan dari kesengsaraan. Maka pembangunan merupakan konsep permberdayaan manusia untuk mencapai tujuan aman, tentram, sejahtera dan sentosa bagi umat manusia.
Teori pembangunan belakangan ini tidaklah ditujukan semata-mata pada penjelasan mengapa tidak terjadi pertumbuhan yang pesat di kalangan bangsa-bangsa berkembang. Teori itu juga menyelidiki faktor-faktor dasar yang merangsang pembangunan dan proses-proses antar-sektor serta antar-masa yang menjadi penyebab terjadinya pengumpulan serta pertumbuhan modal.
Maka selanjutnya pengelolaan lebih pada penekanan :Menurut McLeod, 1995 ( seorang pakar management ) : Seseorang harus mengelolalima jenis sumber daya utama yaitu :
  1. Manusia
  2. Material
  3. Mesin (fasilitas dan energi)
  4. Uang (capital)
  5. Informasi ( data )
Selain itu terdapat pula factor -faktor non-ekonomi dalam pembangunan yang sudah sejak lama ditekankan oleh banyak penulis pembangunan ekonomi.
Marx adalah salah seorang yang jauh melampaui batas-batas ilmu ekonomi tradisional dalam menganalisa proses perkembangan. Namun, walaupun perubahan-perubahan ekonomi melibatkan pula fenomena-fenomena sosio-politik seperti misalnya perjuangan kelas, jurusan pokok dan hubungan sebab-akibat dalam sistem Marx masih bertolak dan faktor-faktor ekonomi menuju ke kondisi-kondisi kebudayaan.
Max Weber merupakan salah satu contoh penulis yang ingin membalikkan hubungan sebab akibat ini. Ia yakin bahwa dengan tekanan utama pada kerja dan gairah (etika Calvinistis) merupakan unsur pokok yang menyebabkan berhasilnya perkembangan kapitalisme di dunia Barat.
Di antara yang lain-lain yang juga memberi tekanan pada arti pentingnya faktor-faktor non-ekonomi sebagai penentu pertumbuhan ekonomi terdapat Parsons, Veblen, Spengler dan Toynbee.
Salah satu garis pemikiran yang paling menarik dan paling berambisi dewasa ini mengenai peranan faktor-faktor non ekonomi dalam pembangunan berpusat pada munculnya jenis kepribadian yang “kreatif” atau “berhasil”. Mereka yang memiiki kepribadian semacam mi tampaknya menjadi pencetus pembaruan serta kemajuan ekonomi.
Menurut Hagen pada masyarakat tradisional yang didasarkan atas golongan petani, di mana tidak terdapat pertumpuhan ekonomi yang berarti. Masyarakat semacam ini terkikat oleh adat, kebiasaan dan tata susunannya, dan tidak produktif. Jenis kepribadian yang dominan, baik di kalangan petani mapun dalam golongan elite, adalah kepribadian yang otoriter.
Dalam realitas, pada akhirnya kita berbicara pada  pertanyaan siapa yang mengelola dan apa yang dikelola. Dimana posisi pemerintah adalah sebagai manajerialnya.
Pada Syarat – syarat dibentuknya suatu daerah antara lain :
  1. Mampu membiayai daerahnya sendiri ( kemampuan ekonomi )
  2. Memenuhi jumlah penduduk yang ditentukan
  3. Luas daerah yang dikaitkan dengan kapadatan penduduk.
  4. Membina dan turut memperhatikan pertahanan dan keamanan bangsa
  5. Membina kestabilan politik dan kesatuan bangsa.
  6. Dapat melaksanakan pembangunan di daerahnya.
Dan pembangunan di suatu Negara  harus memenuhi 10 hak dasar manusia yaitu :
  1. Hak atas pangan
  2. Hak atas kesehatan
  3. Hak atas pendidikan
  4. Hak atas pekerjaan dan kesempatan berusaha,
  5. Hak atas perumahan dan tempat tinggal yang layak.
  6. Hak atas air bersih dan sanitasi.
  7. Hak atas tanah.
  8. Hak atas sumber daya alam dan lingkungan hidup.
  9. Hak atas rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan.
  10. Hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan publik.
Maka diatas sudah jelas bahwa yang dikelola adalah sumberdaya alam dan yang mengelola adalah pemerintah, untuk itu diperlukan sebuah dasar pengelolaan dengan menggunakan managemen. “ Managemen yaitu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan.  perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengendalian / pengawasan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan melalui pemanfaatan SDM dan sumber daya lainnya “.
Untuk dapat menghadapi tantangan-tantangan Lingkungan dan perubahan Paradigma tersebut, seseorang harus memiliki tiga kemampuan manajemen yang mencakup :
  1. Kemampuan teknik (technical) è merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan khusus atau keahlian.
  2. Kemampuan Manusiawi (human) è Merupakan kemampuan untuk bekerja dengan, mengerti dan memotivasi orang lain baik individu maupun kelompok.
  3. Kemampuan Konseptual (conceptual) è merupakan kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks.
Sesuai dengan keberadaan manusia dan alam, maka manusia dituntut untuk mampu survive( bertahan Hidup). Karena Tuhan menciptakan akal dalam diri manusia, kemudian berkembanglah berbagai pengetahuan yang bisa digunakan manusia untuk mencapai apa yang diinginkan. Dan bertebaranlah segala ilmu yang menjadi dasar berpijak manusia untuk mengelola alam disekitarnya untuk kepentingan hidupnya. Dari dasar ilmu itulah maka berkembang alat-alat yang digunakan untuk memudahkan tugas-tugas dan pekerjaan manusia. Mereka teridiri dari berbagai bidang keilmuan; ekonomi, tehnik, agama, politik, administrasi, kesehatan, pertanian, astronomi,fisika, biologi, kedokteran, geologi, pemerintahan, sastra/bahasa, seni dan sebagainya yang berguna bagi masa depan manusia.
Namun semua itu pada satu tujuan adalah peningkatan ekonomi, maka ekonomi merupakan tujuan akhir dalam setiap perjuangan manusia. Selanjutnya pada bidang-bidang ilmu seperti tehnik, agama, politik, administrasi,kesehatan, pertanian, astronomi, fisika, biologi, kedokteran, geologi, pemerintahan, sastra/bahasa, digunakan manusia untuk memperoleh penghasilan untuk melanjutkan kehidupannya. Ilmu-ilmu tersebut digunakan sebagai sarana penciptaan alat, pemersatu, penyambung hidup dll.
Keahlian Tehnik
Siapapun bisa sebagai pencipta alat yang digunakan manusia, seorang sarjana tehnik atau enginer dibekali suatu ilmu untuk bisa menghasilkan alat yang bisa digunakan manusia mempermudah pekerjaannya. Maka banyak alat-alat, bangunan dan mesin yang kita gunakan setiap hari  merupakan hasil ciptaan para Insinyur.
Definisi dari Keahlian Tehnik (engineering) > dititik beratkan pada mission para insinyur untuk merubah atau mentransfer sumber-sumber alam untuk kepentingan masyarakat banyak. Jadi keahlian tehnik bukanlah suatu ilmu pengetahuan, akan tetapi adalah suatu penerapan dari pada ilmu pengetahuan. Keahlian tehnik adalah suatu seni yang merupakan komposisi antara ketrampilan dan kecerdasan (skill and ingenuity) dalam usaha merubah ilmu pengetahuan untuk kegunaan umat manusia.
Ilmu Ekonomi
Dalam ilmu ekonomi kita mengenal,
  1. Ekonomi manajemen > aspek kajian manajerial / pengelolaan, organisasi dan kepemimpinan.
  2. Ekonomi Akuntansi > aspek kajian akuntabilitas keuangan
  3. Ekonomi Mikro  > aspek kajian perekonomian perkapita masyarakat sector riil.
  4. Ekonomi Makro > aspek kajian perekonomian Nasional, Bilateral, Internasional dan Multilateral
  5. Produksi                 > aspek kajian penciptaan produk kebutuhan masyarakat
  6. Pemasaran              >  aspek kajian pasca produksi, distribusi barang/produk ke konsumen
  7. Tenaga Kerja         > aspek kajian sumber daya manusia sebagai factor produksi
Keahlian Tehnik dan Manajemen ( pengelolaan )
Karena seorang insinyur mempunyai kemampuan dalam menciptakan maka diperlukan sebuah landasan manajemen dalam setiap hasil karyanya, sehingga bias berguna dalam jangka waktu yang lama :
  1. Planning ( perencanaan )           : dalam tahapan proses ini terdapat juga data yang diperlukan yaitu :
  1. Analisis dampak lingkungan
-         antisipasi Pencemaran lingkungan
  1. Study kelayakan (analisis Mikro dan Makro )
-         efisiensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia
-         efisiensi waktu biaya yang akan digunakan
-         Marketable
-         Dampak ekonomi dan sosial
  1. Organising        : dalam tahapan proses ini seorang insinyur harus mampu mengelola kelompok atau team, agar dalam perjalanan proyek tersebut tepat sasaran, target dan tujuannya
  2. Actuating (pelaksanaan )           : Setelah tahapan 1 dan 2 berhasil maka selanjutnya adalah tahapan pelaksanaan dari proyek tersebut ( pribadi/intitusi )
  3. Controling ( Pengawasan & Pengendalian)        : pada tahapan ini, adalah menjaga dan mengawasi proyek yang sedang dikerjakan, hal ini berguna kalau sewaktu-waktu ada reaksi atau perubahan mendadak yang membutuhkan langkah alternative untuk menyelamatkan proyek akan dikerjakan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses keahlian tehnik adalah :
  1. Penentuan Pembiayaan
-         Biaya Overhead pabrik
-         Penentuan HPP / harga persatuan barang.
  1. Memperhatikan kebutuhan masyarakat yang paling mendesak
  2. Memanfaatkan potensi-potensi strategis yang ada di sekitarnya
  3. Pemeliharaan / maintenance dari hasil karya yang dibuat
  4. Hasil Karya tersebut memang betul-betul berguna dan bermanfaat bagi umat manusia.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses keahlian tehnik adalah :
1. Hasil Karya tersebut memang betul-betul berguna dan bermanfaat bagi umat manusia.
2. Memperhatikan kebutuhan masyarakat yang paling mendesak
3. Memiliki Visi dan Misi Positif untuk kepentingan masyarakat ( Tataran Moralitas SDM )
4. Memanfaatkan potensi-potensi strategis yang ada di sekitarnya
5. Pemeliharaan / maintenance dari hasil karya yang dibuat
6. Penentuan Pembiayaan
  • Biaya Overhead pabrik
  • Penentuan HPP / harga persatuan barang.
Pengetahuan dan wawasan yang dibutuhkan yaitu :
  1. Pengetahuan tentang Mikro ekonomi
      a. Perdagangan sektor riil
      b. Pendapatan Perkapita masyarakat
2. Pengetahuan tentang Makro ekonomi
      a. Perundangan-undangan
      b. Perkembangan ekonomi global
      c. Situasi politik dan kekuasaan
Sekilas > Dalam Ekonomi Mikro kita mengenal Hukum Permintaan
          Kurve permintaan untuk pelbagai macam barang dan jasa tidak semuanya tepat sama.
-         Kalau harga naik, jumlah yang mau dibeli berkurang
-         Kalau harga turun, jumlah yang mau dibeli bertambah
Gejala ini dikenal dengan nama Hukum Permintaan, yang dapat dirumuskan sbb.: Orang cenderung membeli lebih banyakpada harga rendah daripadapada harga tinggi. Disehut “hukum” karena merupakan gejala umum yang sulit dicari perkecualiannya.
Hal ini terjadi karena Hukum permintaan menunjuk pada fakta bahwa, kalau harga suatu barang/jasa naik, jumlah yang akan dibeli cenderung menjadi Iebih sedikit, sedang kalau harganya turun, jumlah yang mau dibeli oleh masyarakat akan lebih banyak. Sekarang kita her- tanya: mengapa terjadi demikian? Apa sebabnya jumlah yang mau dibeli berkurang bila harga barang itu naik, dan bertambah bila harganya turun? Pada dasarnya ada tiga alasan yang dapat menjelaskan gejala tsb.:
I. Pengaruh penghasilan (Income effect)
Kalau harga suatu barang naik, maka denganjumlah penghasilan uang yang sama orang terpaksa hanya dapat membeli barang lebih sedikit. Sebaliknyajika harga barang tu turun, dengan penghasilan yang sama orang dapat membeli lebih banyak dan barang ybs., (dan mungkinjuga dan barang-barang lain pula), sebab penghasilan realnya naik.
Misalnya datam contoh di atas: pada harga beras Rp 400-/kg, keluarga ybs. dapat membeli 50kg beras perbulan. Tetapi kalau harga beras naik menjadi Rp 500, 1kg, denganjumlah uang yang sama rncrcka hanya dapat membeli 40 kg beras per bulan.
Hal yang sama berlaku tidak hanya untuk permintaan individual tetapi juga untuk permintaan pasar. Kalau harga suatu barang naik (ceteris paribus), Iebih sedikit warga masyarakat yang mampu membelinya dengan penghasilan mereka. Sebaliknya jika harga barang tertentu turun (ceteris paribus), semakin banyak orang yang dulu tidak mampu membelinya sekarang akan dapat menjangkaunya, sehingga jumlah pembeli bertambah banyak. Hal ini disebut “income effect’:
2. Pengarub substitusi (Substitution effect)
Jika harga suatu barang naik, orang akan mencari barang lain yang fungsinya sama tetapi harganya lebih murah. Penggantian ini dengan istilah teknis disebut substitusi. Maka gejala ini disebut “substitution effect”.
3. Penghargaan subyektif (Marginal Utility)
Andaikan seseorang hanya mernpunyai satu pasang sepatu saja. Maka ia akan menilai sepatunya itu lebih tinggi daripada scandainya ia mempunyai sepuluh pasang. Kalau sepatunya itu rusak ia akan bersedia mengeluarkan uang untuk membeli sepasang sepatu yang barn, walau harganya mahal. Sebaliknya kalau orang mempunyai sepuluh pasang sepatu, ia tidak akan merasa kerugian besar kalau kehilangan satu pasang sepatu, dan ia tidak begitu bersedia mengeluarkan uang untuk membeli sepatu lebih banyak lagi. Jadi makin banyak dan satu macam barang tertentu yang telah dimiliki, makin rendah penghargaan kita terhadap barang itu.

Senin, 28 Januari 2013

Budiarsa Sastrawinata: Pengusaha Harus Berkomitmen

Di Hanoi misalnya, proyek kami menjadi salah satu ikon kota Hanoi. Kami bangun dan bangun terus, tentu di antaranya dengan napas Indonesia. Di depan gerbang itu tegak dengan gagah bendera Merah Putih.




Budiarsa jarang muncul di ingar-bingar panggung bisnis, tetapi rekan kerja dan rivalnya di kompetisi bisnis tahu benar kapasitas pria berusia 57 tahun ini. Ketika ditanya mengapa ia jarang tampil di pentas, ia mengatakan apa yang ia kerjakan ”belum apa-apa” dan belum layak dibawa ke panggung publik.
”Kalau ada yang mengatakan saya bekerja baik, ah iya mungkin karena mereka tidak ingin mengecilkan hati saya saja,” ujar Budiarsa, di Jakarta, Sabtu (19/1/2013).
Jejak atau kualitas Budiarsa bisa dilihat dari proyek-proyek yang ia kerjakan atau pernah ia kerjakan. Ia di antaranya pernah menjadi Direktur Utama Bumi Serpong Damai (BSD). Ia kini memegang proyek berskala besar di berbagai kota.
Di dalam negeri, ia menangani proyek Citra Garden Jakarta (450 hektar), Citra Raya Cikupa (2.700 hektar), proyek perumahan di Jambi (1.000 hektar), dan Palembang (200 hektar).
Di luar negeri, Budiarsa menangani sejumlah proyek Grup Ciputra, di antaranya di Hanoi (Vietnam), Phnom Penh (Kamboja), dan Shenyang (China). Di luar negeri pula, sekadar menyebut contoh, ia diterima dengan tangan terbuka oleh pemerintah setempat.
Di Vietnam dan Kamboja, misalnya, ia dipercaya sebagai usahawan Indonesia yang mempunyai kapasitas di bidang industri properti dan komitmen. Produk-produknya disukai.
Berikut petikan wawancara dengan Budiarsa Sastrawinata.
Banjir terjadi di mana-mana, termasuk Jakarta. Ada tudingan, salah satu kontributor banjir adalah pengembang.
Wah jangan begitu dong. Sepengetahuan saya, para pengembang membangun dengan konsep yang jelas, dan mengikuti perencanaan kota. Seluruh sistem drainase dan saluran-saluran induk mengikuti arah dari pemerintah kota. Kalau tidak mana bisa sebuah proyek perumahan, perkantoran, atau bahkan mal mendapat izin.
Semuanya harus diselaraskan dengan rencana tata kota, tidak bisa melenceng. Sampai ke aspek detail seperti lebar saluran selokan saja kami sesuaikan. Kalau kemudian setelah proyek kami, ada penyempitan saluran air, itu mungkin karena kawasan itu belum disentuh oleh proyek seperti yang dikerjakan para pengembang.
Pengembang itu kan, istilah populernya, mengisi pembangunan, bukan yang bikin perencanaan daerah. Ketika membangun perumahan, kami membangun infrastruktur yang sangat layak untuk digunakan para penghuni. Kami menanam sebanyak mungkin pohon, tidak hanya di taman, tetapi juga di semua sudut perumahan. Sampai ada warga yang mulai menanam pohon di atap, untuk menggambarkan secara dramatis betapa besar kecintaan mereka terhadap lingkungan hidup dan makna air yang sangat dalam.
Kami terus berkampanye tentang demikian pentingnya harmoni manusia dengan alam, manusia dengan lingkungannya. Ini aspek yang kerap diabaikan.
Menurut Anda, apa semua pengembang tertib menjalankan rencana tata ruang? Apa elok melakukan penilaian?
Saya enggan menilai pengembang lain. Akan lebih baik kita memikirkan bersama bagaimana melahirkan rencana-rencana gemilang untuk sedapat mungkin mereduksi area banjir.
Di perumahan Anda sendiri, apa yang Anda lakukan untuk mereduksi banjir?
Banyak hal tentunya. Kami misalnya membuat hutan kota, atau beberapa area untuk menjadi daerah resapan air. Kami membuat beberapa situ yang praktis menjadi tempat penampungan air hujan. Kami mengolah kembali sebagian sampah dan mengolah air limbah rumah tangga menjadi air yang layak pakai.
Kami penyayang air sehingga tidak ingin membuang air sia-sia. Dalam era seperti sekarang, membuang air sembarangan, atau tidak menyimpan air secara proporsional itu saru.
Kami juga rajin membangun sumur resapan, menghadirkan biopori-biopori sebanyak mungkin. Ini salah satu aspek mengapa produk kami disukai.
Ada rencana lain?
Kami kini mendesain rumah atau kantor yang lebih ramah pada lingkungan. Kami desain sedemikian rupa dengan memperhitungkan arah angin dan matahari. Dengan demikian, pemilik rumah dapat lebih hemat listrik atau energi.
Kepada para arsitek dan kepada staf yang akrab dengan masalah desain kreatif, kami tekankan agar lebih kerap melahirkan–desain-desain yang eco friendly development (pembangunan yang ramah lingkungan), sebab kami sangat menekankan eco culture (budaya lingkungan). Tidak ada kompromi tentang hal ini.
Bagaimana dengan bisnis properti Anda di luar negeri?
Sejauh ini berjalan sangat baik. Di Hanoi misalnya, proyek kami menjadi salah satu ikon kota Hanoi. Kami bangun dan bangun terus, tentu di antaranya dengan napas Indonesia. Di apartemen atau rumah contoh yang kami desain di sana, hampir seluruh isinya menggunakan material dari Indonesia.
Rumah contoh itu pun didesain oleh ahli-ahli Indonesia. Lalu di pintu gerbang perumahan, kami buat gerbang yang manis tetapi tetap dengan tipikal Ciputra. Ada patung-patung kuda di atasnya, corak gerbangnya pun khas Ciputra. Lalu di depan gerbang itu tegak dengan gagah bendera Merah Putih.
Selalu terselip rasa haru yang membuncah kalau ke Hanoi lalu melihat bendera Merah Putih di gerbang masuk proyek perumahan kami.
Lalu di Shenyang misalnya, kami membuat gerbang yang tidak kalah atraktif. Di situ tegak patung-patung para penari Bali yang sungguh elok. Para pengunjung selalu mengagumi.
Dalam perjalanan karier Anda, ada yang sangat berkesan?
Ada beberapa, tetapi yang memberi kesan yang dalam ketika saya berkunjung ke Palm Beach Florida untuk menemui juara dunia golf 18 kali dunia (world major championship) sekaligus pendesain lapangan golf terbaik, Jack William Nicklaus.
Saya datang menemui Jack tahun 1987. Awalnya saya bertemu vice president-nya, ditolak. Saya datang lagi, kembali ditolak. Saya tidak putus asa, saya datang lagi, dan kali ini bisa bertemu langsung dengan Jack Nicklaus.
Anda tahu, ketika itu saya ke AS disertai istri, Rina Ciputra, dengan tiga dari empat anak saya. Ketiganya masih kecil-kecil. Mereka menanti saya di Hawaii, sementara saya bertolak ke Florida. Saya langsung saja datang ke markas mereka.
Anak-anak, sudah dipersiapkan menjadi generasi ketiga Grup Ciputra?
Sesuai rencana memang demikian. Istri saya, Rina Ciputra, yang berperan besar membesarkan anak-anak kami. Ia telaten, sangat keibuan sekaligus tegas. Anak-anak kami tumbuh sebagai anak-anak yang mandiri dan penuh cinta. Kini anak tertua dan ketiga sudah berkarya di grup, kelak mereka akan ikut memimpin grup ini sebagai generasi ketiga. Anak keempat baru selesai kuliah di Inggris, dan akan segera kembali ke Indonesia.
Saya dan istri sangat dekat dengan keempat anak-anak kami, Anindya, Lalitya, Nararya, dan Adiya. Kami biarkan mereka tumbuh wajar. Masuk ke grup pun dari lapis paling bawah. Biar mereka menjadi diri mereka sendiri. (Abun Sanda)
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Marcus Suprihadi

Sabtu, 26 Januari 2013

strategi0312
Pemasaran merupakan ujung tombak bisnis Anda. Dengan pemasaran yang baik dan stabil, akan berpengaruh pada perkembangan bisnis Anda. Berikut dua strategi utama untuk mendapatkan keunggulan dalam pemasaran:
Berikan nilai tambah produk Anda
Target utama para pebisnis adalah banyaknya konsumen yang membeli produk. Untuk itu, Anda harus memberikan nilai tambah pada produk yang susah ditiru kompetitor. Ada hubungan erat antara segmen konsumen dengan jenis produk. Maka, ciptakan nilai tambah pada produk Anda yang sesuai dengan segmen pasar yang Anda bidik.
Perkuat pemasaran
Jika Anda sudah memiliki nilai tambah pada produk Anda, langkah selanjutnya yaitu melakukan pemasaran yang efektif dan kreatif. Pemasaran jenis ini lebih mampu menarik minat para konsumen. Sebuah perusahaan akan menjadi lebih besar apabila mampu membuat stretegi pemasaran yang efektif.
Strategi ini dapat Anda kembangkan melalui nama produk, nama usaha, seragam, pelayanan, atau segi-segi kecil yang jarang pengusaha lain terapkan. Dengan menjadi unik Anda akan mendapatkan posisi tersendiri dibandingkan pesaing Anda.

SUMBER: http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/22077-strategi-utama-pemasaran-produk.html

Senin, 21 Januari 2013

Menyiapkan Perusahaan Hadapi Bencana Alam

Bencana alam dapat membahayakan keselamatan Anda dan karyawan Anda. Tak hanya itu, keberlangsungan bisnis Anda beserta asetnya juga dalam bahaya kehancuran. Sering bencana alam dapat menyebabkan usaha baru untuk menutup sepenuhnya. Untungnya, dengan mengambil tindakan pencegahan berikut ini, Anda dan bisnis kecil Anda bisa lebih siap dalam menghadapi bencana.

Miliki rencana menghadapi bencana 
Layaknya rumah tangga yang memiliki rencana darurat untuk melindungi keluarga, bisnis Anda juga harus memiliki rencana tanggap darurat. Ini termasuk memiliki rencana evakuasi karyawan yang ditunjuk serta baik komunikasi dua arah selama dan setelah bencana. Disarankan untuk menggunakan ponsel atau aplikasi smartphone ternetu seperti Earthquake Buddy sehingga Anda dapat tetap berhubungan dengan karyawan selama dan setelah bencana.

Solusi penyimpanan data vital
Di mana data sensitif bisnis Anda disimpan? Apakah ada di hard drive atau server dan berpotensi rentan terhadap kerusakan akibat angin, air atau api yang dapat timbul sewaktu-waktu? Solusi terbaik untuk menjaga data Anda agar tetap aman adalah dengan menyimpannya dalam jaringan komputasi awan. Cloud computing telah dirancang untuk itu, dan akan memastikan data anda aman dari bencana alam misalnya cuaca berbahaya. Gagasan lain yang baik adalah memiliki beberapa cadangan/ back-up. Jika salah satu penyimpanan data di lokasi tertentu rusak, Anda akan memiliki salinan lain di tempat lain yang dapat dipulihkan. Setidaknya, menyimpan semua data sensitif dan catatan penting dalam wadah penyimpanan yang tahan air dan api.

Peralatan dalam kondisi darurat
Banyak perusahaan menyadari bahwa mereka harus memiliki peralatan tanggap darurat tetapi sering mengabaikan dasar-dasar keselamatan: ketersediaan air bersih, makanan segar, udara bersih dan kehangatan. Sebagai pemilik bisnis, Anda tidak boleh hanya mempersiapkan peralatan darurat untuk kantor, tetapi juga mendorong setiap karyawan untuk membuat peralatan mereka sendiri yang perlu disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. Sebagai contoh, seorang karyawan penderita diabetes harus memiliki peralatan darurat dengan pengobatan yang tepat. Berikut adalah beberapa item yang harus tersedia di setiap kondisi darurat:
Perangkat komunikasi radio dua arah - sebaiknya satu yang beroperasi melalui engkol tangan
Baterai cadangan
Air - jika mungkin, satu galon per orang per hari
Makanan - minimal pasokan tiga hari

Peralatan Pertolongan Pertama
Peluit berukuran besar untuk sinyal bantuan
Selimut
Bencana bisa menyerang kapan saja, dan sangat penting untuk bisnis Anda dipersiapkan. Dengan melakukan sedikit persiapan-kerja dan perencanaan, Anda akan meningkatkan kesempatan perusahaan Anda untuk bertahan hidup dan membantu meringankan proses pemulihan.
Semoga jurnal bisnis dan ekonomi ini bermanfaat bagi Anda.

sumber :
 http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/22038-menyiapkan-perusahaan-hadapi-bencana-alam.html